Malang- Penentuan penerima beasiswa BBP-PPA (Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan
Prestasi Akademik) di Universitas Brawijaya menimbulkan kontroversi. Beasiswa
yang akan diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kepada 2000 lebih
mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut dirasa tidak tepat sasaran.
Kontroversi
ini dimulai setelah ditemukan adanya calon penerima beasiswa BBP-PPA, yang
berasal dari keluarga menengah ke atas pada pengumuman seleksi beasiswa pada 24
April lalu. Menurut aturan, beasiswa PPA akan diberikan pada mahasiswa yang
memiliki prestasi tinggi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.
Sementara BBP-PPA akan diprioritaskan kepada mahasiswa dari ekonomi keluarga
kurang mampu namun memiliki prestasi yang baik dengan IPK minimal 2,75.