buka youtube, ga sengaja kebuka video ini..
kebetulan saya tinggal jemur baju dulu.. pas balik, eeeh lha kok udah otomatis keputer. karena uda sampe tengah-tengah dan kebetulan sekali sedang bahas pertanyaan "bagaimana bisa yakin dengan suami ketika awal dia melamar mbak?" tertarik lah saya nonton lebih lanjut.
saya bilang, video ini bagus. ya namanya saya juga anak muda yaaa. pasti lah ada perasaan suka sama seseorang. trus pengen gitu kaya yang lain, jalan bareng dan sebagainya. tapi kan ndak bisa to?
nah, Rumah Cerita Ressa Rere EPS02 menit ke 16 menjawab pertanyaan saya beberapa hari ini...
jadi inget dulu pernah ada yang bilang, "kalau bingung masalah hidup, ngadu aja sama Allah. tanya sama Allah. minta bantuan sama Allah. Allah terus."
baru beberapa waktu belakangan saya terapkan. dan ini salah satunya kekuasaanNya
ya ini lo caranya Dia ngasih jawaban kita. gak langsung seketika dijawab seperti tanya sama manusia memang. tapi pasti, pasti dijawab. sabar aja.
recomended nih.. 😄
Minggu, 08 Januari 2017
Rabu, 28 Desember 2016
Deep conv. with Indi Sugar
well.... beberapa waktu lalu, saya akhirnya ketemu Indi Sugar.
siapa itu?
siapa itu?
tau film MIKA ?? nahhh orang besar di balik film itu. Indi versi nyata dari film MIKA.
sebenarnya saya awalnya juga ngga tau apa-apa tentang Kak Indi (begitu saya memanggilnya) sampai akhirnya saya gabung di kepanitiaan kegiatan sosial memperingati world AIDS day. Entah bagaimana ceritanya saya lupa, saya nemu film MIKA pas saya googling.
Jenggg jeeeengg!!! akhirnya ketemuuuu. aaakkk seneng banget. baik banget, ramah banget, ga minta neko-neko, murah senyum, piawainya tenang, bijak, out of the box, dan sangat sangat sangat menginspirasi untuk baik dengan sesama.
tulisan ini ngga panjang. intinya, saya cuma mau menularkan apa yang Kak Indi tekankan waktu itu..
Jumat, 23 Desember 2016
Coretan akhir tahun
bukan mau ngitung amal perbuatan setahun terakhir. kalau itu hanya Allah dan kru-Nya yang bisa. mweheh.
gak terasa sudah di ujung tahun 2016. sebentar lagi tahun dengan akhiran angka menyenangkan.
7, tujuh.
angka yang menurut saya cantik daripada angka 6 atau 8.
sebenarnya saya sempat bingung ini tadi bagaimana menulis ejaan angka 7 dengan benar. pakai h atau tidak. setelah bertanya (yakk saya bertanya sama mesin pencari andalan dunia dulu. duh malunya), alhamdulillah saya kini mengerti..😅
gak terasa sudah di ujung tahun 2016. sebentar lagi tahun dengan akhiran angka menyenangkan.
7, tujuh.
angka yang menurut saya cantik daripada angka 6 atau 8.
sebenarnya saya sempat bingung ini tadi bagaimana menulis ejaan angka 7 dengan benar. pakai h atau tidak. setelah bertanya (yakk saya bertanya sama mesin pencari andalan dunia dulu. duh malunya), alhamdulillah saya kini mengerti..😅
Jumat, 09 Desember 2016
Harapan tidak sesuai ekspektasi. Lantas ?
Selalu. Mampir ke blog cuma buat ngetik hiburan untuk
kegelisahan hati. Haha yaa memang kali ini momentumnya lagi pas untuk corat
coret. Dan siapa tau –blog yang engga tau ada yang baca atau engga ini– bisa
menginspirasi, membantu, hmm intinya bermanfaat untuk yang baca..
Tetep.. Ambil yang baik-baik saja.. 😊
Harap. Harapan. Berharap.
Mengharap.
Hubungan manusia dengan harapan sudah seperti kasur dan
seprei. Selalu menyertai tiap saat. Harapan untuk diri sendiri, berharap kepada
orang lain, dan juga Tuhan.
Tidak jarang juga harapan itu seperti kita goreng telur menggunakan wajan atau teflon. Sudah memilih yang sekiranya anti lengket, eeh ternyata wajan atau teflonnya tetep bikin lengket. Ngerti kan gimana rasanya…. Telur mata sapi jadi telur berapi-api. Bentuknya jadi ngga indah. Tapi masa iya mau dibuang cuma gara-gara bentuk yang gak indah?
Tidak jarang juga harapan itu seperti kita goreng telur menggunakan wajan atau teflon. Sudah memilih yang sekiranya anti lengket, eeh ternyata wajan atau teflonnya tetep bikin lengket. Ngerti kan gimana rasanya…. Telur mata sapi jadi telur berapi-api. Bentuknya jadi ngga indah. Tapi masa iya mau dibuang cuma gara-gara bentuk yang gak indah?
Rabu, 17 Agustus 2016
Mah, aku.... | #parenting
Menulis lagi setelah sekian lama mencari kesibukan yang ternyata gak dapat kesibukan selain #olvielfahmiwedprep <= alasan. No. Menulis lagi setelah sekian lama mencari kedamaian hati, pikiran akibat kufur nikmat. astaghfirullah....
FYI, seperti tulisan sebelum-sebelumnya, anggap saja tulisan ini hanya sebuah curhatan remaja yang memasuki usia dewasa.
talk about "parenting"...
Minggu, 03 April 2016
Berpikir Ulang : Televisi - Rating - Pasar (Part 1)
#task
Sejak
era reformasi, ketika terbuka kebebasan menyampaikan segala bentuk gagasan, ide, dan juga keterbukaan
akses informasi menjadikan televisi sebagai media pengantar pesan
berupa paduan grafis, tulisan, dan suara yang lebih diminati publik. Sebagai media massa yang masih begitu populer,
televisi menjadi media yang sangat berpengaruh pada pembentukan pola pikir
masyarakat. Televisi menjadi penyebar pesan yang beragam, merefleksikan
kebudayaan masyarakat secara langsung kepada publik yang heterogen (Rony,
Kawegian, & Golung, 2014).
Televisi
merupakan ruang yang memungkinkan terjadinya transfer gagasan
Rabu, 23 Maret 2016
Pepatah
Ternyata sudah lama blog ini berdiam diri, bertapa menunggu pagi. Eh apasih -_-
Baiklah. Postingan pertama ini --setelah saya secara tidak sadar memilih hiatus-- singkat saja..
Mungkin ini jawaban dari postingan galau yang telah saya posting sebelumnya. Yang mana? Dicari yaaa, di baca... :D
Jadi gini..
Setiap dari kita pasti pernah, walaupun cuma sekali, berpikir bahwa kehidupan orang lain itu lebih menyenangkan, lebih enak, lebih indah.
Kita pasti pernah menginginkan kehidupan seperti mereka namun kita tidak tau bagaimana cara mencapainya. Dan orang lain pun, (mungkin) juga melihat hidup kita lebih menyenangkan dari mereka.
Tapi, satu hal yang harus kita pahami lagi.. Bahwa setiap dari kita punya porsi kehidupan masing-masing. Setiap diri kita punya keunikan masing-masing. Setiap dari kita adalah 'berbeda'. Kita terlihat menyenangkan dengan cara kita sendiri.
Pepatah bilang, "rumput tetangga pasti lebih hijau"
Ya, itu yang kita lihat.
Kita terlalu sibuk melihat rumput tetangga yang selalu dirawat setiap harinya. Hingga kita lupa dengan rumput di halaman rumah sendiri yang mulai mengering.
Baiklah. Postingan pertama ini --setelah saya secara tidak sadar memilih hiatus-- singkat saja..
Mungkin ini jawaban dari postingan galau yang telah saya posting sebelumnya. Yang mana? Dicari yaaa, di baca... :D
Jadi gini..
Setiap dari kita pasti pernah, walaupun cuma sekali, berpikir bahwa kehidupan orang lain itu lebih menyenangkan, lebih enak, lebih indah.
Kita pasti pernah menginginkan kehidupan seperti mereka namun kita tidak tau bagaimana cara mencapainya. Dan orang lain pun, (mungkin) juga melihat hidup kita lebih menyenangkan dari mereka.
Tapi, satu hal yang harus kita pahami lagi.. Bahwa setiap dari kita punya porsi kehidupan masing-masing. Setiap diri kita punya keunikan masing-masing. Setiap dari kita adalah 'berbeda'. Kita terlihat menyenangkan dengan cara kita sendiri.
Pepatah bilang, "rumput tetangga pasti lebih hijau"
Ya, itu yang kita lihat.
Kita terlalu sibuk melihat rumput tetangga yang selalu dirawat setiap harinya. Hingga kita lupa dengan rumput di halaman rumah sendiri yang mulai mengering.
Langganan:
Postingan (Atom)