bukan mau ngitung amal perbuatan setahun terakhir. kalau itu hanya Allah dan kru-Nya yang bisa. mweheh.
gak terasa sudah di ujung tahun 2016. sebentar lagi tahun dengan akhiran angka menyenangkan.
7, tujuh.
angka yang menurut saya cantik daripada angka 6 atau 8.
sebenarnya saya sempat bingung ini tadi bagaimana menulis ejaan angka 7 dengan benar. pakai h atau tidak. setelah bertanya (yakk saya bertanya sama mesin pencari andalan dunia dulu. duh malunya), alhamdulillah saya kini mengerti..😅
Jumat, 23 Desember 2016
Jumat, 09 Desember 2016
Harapan tidak sesuai ekspektasi. Lantas ?
Selalu. Mampir ke blog cuma buat ngetik hiburan untuk
kegelisahan hati. Haha yaa memang kali ini momentumnya lagi pas untuk corat
coret. Dan siapa tau –blog yang engga tau ada yang baca atau engga ini– bisa
menginspirasi, membantu, hmm intinya bermanfaat untuk yang baca..
Tetep.. Ambil yang baik-baik saja.. 😊
Harap. Harapan. Berharap.
Mengharap.
Hubungan manusia dengan harapan sudah seperti kasur dan
seprei. Selalu menyertai tiap saat. Harapan untuk diri sendiri, berharap kepada
orang lain, dan juga Tuhan.
Tidak jarang juga harapan itu seperti kita goreng telur menggunakan wajan atau teflon. Sudah memilih yang sekiranya anti lengket, eeh ternyata wajan atau teflonnya tetep bikin lengket. Ngerti kan gimana rasanya…. Telur mata sapi jadi telur berapi-api. Bentuknya jadi ngga indah. Tapi masa iya mau dibuang cuma gara-gara bentuk yang gak indah?
Tidak jarang juga harapan itu seperti kita goreng telur menggunakan wajan atau teflon. Sudah memilih yang sekiranya anti lengket, eeh ternyata wajan atau teflonnya tetep bikin lengket. Ngerti kan gimana rasanya…. Telur mata sapi jadi telur berapi-api. Bentuknya jadi ngga indah. Tapi masa iya mau dibuang cuma gara-gara bentuk yang gak indah?
Rabu, 17 Agustus 2016
Mah, aku.... | #parenting
Menulis lagi setelah sekian lama mencari kesibukan yang ternyata gak dapat kesibukan selain #olvielfahmiwedprep <= alasan. No. Menulis lagi setelah sekian lama mencari kedamaian hati, pikiran akibat kufur nikmat. astaghfirullah....
FYI, seperti tulisan sebelum-sebelumnya, anggap saja tulisan ini hanya sebuah curhatan remaja yang memasuki usia dewasa.
talk about "parenting"...
Minggu, 03 April 2016
Berpikir Ulang : Televisi - Rating - Pasar (Part 1)
#task
Sejak
era reformasi, ketika terbuka kebebasan menyampaikan segala bentuk gagasan, ide, dan juga keterbukaan
akses informasi menjadikan televisi sebagai media pengantar pesan
berupa paduan grafis, tulisan, dan suara yang lebih diminati publik. Sebagai media massa yang masih begitu populer,
televisi menjadi media yang sangat berpengaruh pada pembentukan pola pikir
masyarakat. Televisi menjadi penyebar pesan yang beragam, merefleksikan
kebudayaan masyarakat secara langsung kepada publik yang heterogen (Rony,
Kawegian, & Golung, 2014).
Televisi
merupakan ruang yang memungkinkan terjadinya transfer gagasan
Rabu, 23 Maret 2016
Pepatah
Ternyata sudah lama blog ini berdiam diri, bertapa menunggu pagi. Eh apasih -_-
Baiklah. Postingan pertama ini --setelah saya secara tidak sadar memilih hiatus-- singkat saja..
Mungkin ini jawaban dari postingan galau yang telah saya posting sebelumnya. Yang mana? Dicari yaaa, di baca... :D
Jadi gini..
Setiap dari kita pasti pernah, walaupun cuma sekali, berpikir bahwa kehidupan orang lain itu lebih menyenangkan, lebih enak, lebih indah.
Kita pasti pernah menginginkan kehidupan seperti mereka namun kita tidak tau bagaimana cara mencapainya. Dan orang lain pun, (mungkin) juga melihat hidup kita lebih menyenangkan dari mereka.
Tapi, satu hal yang harus kita pahami lagi.. Bahwa setiap dari kita punya porsi kehidupan masing-masing. Setiap diri kita punya keunikan masing-masing. Setiap dari kita adalah 'berbeda'. Kita terlihat menyenangkan dengan cara kita sendiri.
Pepatah bilang, "rumput tetangga pasti lebih hijau"
Ya, itu yang kita lihat.
Kita terlalu sibuk melihat rumput tetangga yang selalu dirawat setiap harinya. Hingga kita lupa dengan rumput di halaman rumah sendiri yang mulai mengering.
Baiklah. Postingan pertama ini --setelah saya secara tidak sadar memilih hiatus-- singkat saja..
Mungkin ini jawaban dari postingan galau yang telah saya posting sebelumnya. Yang mana? Dicari yaaa, di baca... :D
Jadi gini..
Setiap dari kita pasti pernah, walaupun cuma sekali, berpikir bahwa kehidupan orang lain itu lebih menyenangkan, lebih enak, lebih indah.
Kita pasti pernah menginginkan kehidupan seperti mereka namun kita tidak tau bagaimana cara mencapainya. Dan orang lain pun, (mungkin) juga melihat hidup kita lebih menyenangkan dari mereka.
Tapi, satu hal yang harus kita pahami lagi.. Bahwa setiap dari kita punya porsi kehidupan masing-masing. Setiap diri kita punya keunikan masing-masing. Setiap dari kita adalah 'berbeda'. Kita terlihat menyenangkan dengan cara kita sendiri.
Pepatah bilang, "rumput tetangga pasti lebih hijau"
Ya, itu yang kita lihat.
Kita terlalu sibuk melihat rumput tetangga yang selalu dirawat setiap harinya. Hingga kita lupa dengan rumput di halaman rumah sendiri yang mulai mengering.
Minggu, 07 Februari 2016
Gundam
Terinspirasi dari gundamnya Alan sama Werda.
Ceritanya, mereka seneng banget koleksi gundam. Sudah jadi hobi lebih tepatnya. Rela perjalanan jauh cuma buat gundam. Lalu melalui mainan itu, mereka berekspresi. Hunting foto dan modelnya si gundam dengan segala posenya.
Gundam duduk di sisi jendela kamar, gundam mainan salju, tidur-tidur di atas salju, perang antar gundam, dan sebagainya. Hari ini, Alan baru saja mengunggah foto gundamnya lagi. 2 foto dengan setting a la 'mendaki'. 1 foto bercerita si gundam lagi tiduran di atas tanah, seakan menatap ke atas. Terlihat santai.
Satunya lagi berdiri di atas tanah, dengan gaya seperti orang yang menatap jauh ke depan.
Minggu, 31 Januari 2016
Ekspresi
Dalam ilmu komunikasi dan ilmu kehidupan kita kenal istilah front stage dan back stage, bahwa hidup itu seperti di atas panggung sandiwara. Apa yang kita tampilkan pada semua orang belum tentu sama dengan siapa kita sebenarnya, dramaturgi.
Begitulah hidup.. Hidup ini punya banyak sekali jenis topeng, seperti emoticon di telepon pintarmu itu.. Atau bahkan lebih ekstrim?
Diantara banyak topeng yang ada, kita bebas memilih topeng mana yang akan kita pakai. Kita bebas menunjukkan siapa kita kepada mereka.
Tapi satu yang tidak bisa kita abaikan, pertanggungjawaban, tebusan atas topeng yang kita pakai.
Selamat mengekspresikan diri :)
#tersenyumlah #kamuberhakbahagia
*bukan pahlawan bertopeng*
Langganan:
Postingan (Atom)