Selasa, 13 Agustus 2013

ujung masa putih abu-abu

yang kelas XII angkat tangaaan!!!
sekilas ingin membahas dan berbagi dilema saya selama kelas XII kemarin.. cerita bagaimana saya melewati hiruk pikuk akhir SMA.. haha
semoga bisa diambil baik-baiknya..

langsung saja
flashback 3 bulan... 6 bulan... 9 bulan 10 hari ~~
13 bulan. . . . .
"binder baru, kelas baru, teman baru, tahun ajaran baru, semangat baru. Bismillah"
"harapan tahun ajaran baru : sukses semester lima, sukses ujian negara, lolos SNMPTN, Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya, Kota Malang."
mudah sekali menulis dua kalimat penyemangat di halaman pertama binder. :D

seperti siswa kelas XII pada umumnya, dilema ujian nasional dan kawan-kawannya melanda. perguruan tinggi negeri dan swasta beserta jurusan-prodinya menjadi topik andalan obrolan siswa. guru yang masuk kelas untuk mengajar pun juga menyinggung hot topik itu diantara penatnya materi. beberapa guru memang berhasil memotivasi, tapiiii gak sedikit juga yang terkesan menakut-takuti. >,<
suatu hari beberapa lembaga lokal mengadakan Pameran Pendidikan yang dihadiri puluhan perguruan tinggi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, D.I Yogyakarta, dan Ibu Kota. kehadiran kakak-kakak dari beberapa perwakilan perguruan tinggi tertentu ikut meramaikan rangkaian ajang promosi. semuanya bilang bagus, semua pamer kelebihan. padahal beberapa dari kami, siswa kelas XII, justru menunggu info kekurangannya.
yaah cukup terombang-ambing dalam kebingungan.
tapi alhamdulillah.. dibalik ketidakjelasan, keteguhan hati untuk tetap memilih PWK tidak tergoyahkan. berarti tinggal pilih 3 prodi lagi.
pelajaran semakin sulit dan persaingan semakin ketat di kelas baru. sikap individual beberapa anak mulai muncul. susah payah untuk dapat nilai keren, tingkatkan dan pertahankan ranking paralel, untuk apa teman-teman??? yap! biar lebih punya kesempatan ditrima lewat jalur SNMPTN.
saat itu saya yang pas-pasan ini mikirnya, "lakukan terbaik aja deh. gak ngoyo, gak siksa diri, tapi harus maksimal."
sangat berpengaruh sampai pertengahan semester. setelah itu, drop. felt down. hahaha :D
lalai mungkin ya.. astaghfirullah...
dan sayangnyaaa ini berlanjut sampai akhir semester V, semester penentuan. segalanya turun. ya sudahlah. mau diapakan lagi. lha wong nilai udah keluar.
tiba saatnya untuk mendaftar jalur SNMPTN. kepikiran juga dengan nilai semepet itu universitas mana dan prodi apa yang akan saya ambil. minta bimbingan, saran, gambaran tentang berbagai jurusan kesana-sini.
internet dan buku passing grade gak kalah dapet perhatian. istikharah juga udah. alhasil, jeng jeng jeng!!!!! terpilihlaaaah : UNS --> Psikologi - perencanaan wilayah dan kota dan UB --> perencanaan wilayah dan kota - ilmu teknologi pangan
dengan nilai yang mepet banget, jadi cuma modal percaya dan optimis optimis optimis aja. selebihnya, wallahua'alam.
well, saatnya mikir UAN. berangkat pagi, pulang malem. rutinitas 3 bulan menjelang ujian nasional. semakin dekat hari H, semakin sering nangis khawatir. salah satu teman bilang, "kamu harusnya lebih siapkan untuk SBMPTN din. aku yakin kok ujian masih bisa diatasi". benar juga, tapi kan ya gak boleh lengah toh. tetep fokus pada UAN. SBMPTN urusan belakang :D
praktis, ujian bisa saya lalui, mungkin hanya bisa masuk kategori nilai C+.
sempat takut gak lulus. takuuuut banget. secara, mapel fisika cuma bisa 8 dari 40 nomor.
alhamdulillah... ketakutan tak terwujud. I am graduated! :D
tapiii, pengumuman SNMPTN siap dilihat. hanya terpaut beberapa hari setelah pengumuman ujian nasional. deg degan banget. hibur diri.. tenangkan hati...
tanggal 27 Mei 2013, 16.00
saya meminjam komputer tempat dimana saya les. karena saat itu saya sedang menyiapkan diri untuk SBMPTN.
dengan semangat membara saya buka website resmi pengumuman SNMPTN. Berhasil. Segera log in. namun.. kata “maaf” terbaca. Okee gak papa.. saya masuk ruang manager, dan memeluk seseorang yang tengah duduk di depan laptopnya. Gak sengaja saya bilang,”mam.. Mohon bimbingnnya lagi ya mam”. Senyum keibuan sambut pelukan. Sseehh
karena SNMPTN belum lolos.. langsung saya memutar otak bagaimana caranya agar saya ditrima di PTN meskipun sudah ada pengangan swasta.
Saya putuskan mengambil ilmu pengetahuan campuran dengan alasan di IPS peluangnya lebih besar. Tapi setelah sekitar satu bulan belajar IPC saya keteteran. Capek rasanya. Setelah menimbang dan konsultasi, saya matab hanya menggeluti ranah IPS. Ternyata keputusan saya itu menjadi kontroversi yang cukup membuat stress. fiuh. Orang tua, kakak, saudara, tidak setuju. Saat itu ayah yang sedang berada di ibu kota langsung menelepon setelah mendengar kabar keputusan saya. Tangis meledak saat kakak dan ibu meminta saya untuk memikirkannya lagi. Namun saya tetap kekeh. Alhamdulillah masih ada yang mendukung, menyemangati, dan menemani saya pada saat seperti itu. Yaa walaupun awalnya dia juga kurang mendukung. Thanks, dude. *cubit hidung*
Belajar materi baru dalam waktu singkat sangat tidak mudah. Tiap belajar pasti laptop, buku materi, latihan soal, catatan, semua terbuka bebas.
Lanjuuuut. Hari H-0 tes tulis. Soalnyaaaaa subhanallah sulit. -_-
menghadapi soal yang menurut saya cukup tidak manusiawi itu, segera saya yakinkan diri dengan “Manusia berusaha, Allah yang menentukan.” Haha
Woohaaa!!! Perjuangan membuahkan hasil. Pada hari pengumuman, terbaca ‘Oldina Novalia R – Ilmu Komunikasi – Universitas Brawijaya.
Allahuakbar!! Alhamdulillah!!!! Seeeennneeengnyaaaaaa… akhirnya orang tua dan semua orang terdekatku bisa tersenyum lega.
semoga di sana aku bisa mengawali masa depan bahagiaku.. Wish me luck!

Yaaa itulah akhir masa SMA sekaligus awal kehidupan nyata saya. Pasang surut.

Terus berjuang, pasang kuda-kuda yang kuat dalam persaingan. Masa SMA bukan akhir dari perjuangan. Namun awal dari masa depan. Pantaskan diri untuk masa depan berarti. Terima kasih kamu yang saya sebut Tikus. Terima kasih bimbingannya. Semoga kamu juga menimba sukses di Kota Pelajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar