Reyog merupakan seni tradisional asli Ponorogo yang telah menjadi salah satu seni kebanggaan nasional. Terbentuknya Reyog sebagai sebuah seni dilatarbelakangi sejarah menarik dengan nilai-nilai yang dapat dijadikan contoh untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Terciptanya seni Reyog berawal dari sindiran halus oleh Demang Ki Ageng Kutu Suryongalam kepada Raja Majapahit Prabu Barawijaya V yang belum melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal ini digambarkan dengan barongan yang ditunggangi burung merak di atasnya. Burung merak ini melambangkan sang permasuri yang mempengaruhi dan mengendalikan Raja Brawijaya V dalam menjalankan roda pemerintahan.



